Pemaksaan Marketing Smart Call Center

8 May

based from http://suarapembaca.detik.com/read/2012/05/07/112804/1910796/283/pemaksaan-marketing-smart-call-center

Saya ingin mengeluhkan perlakuan marketing Smart callcenter terhadap Ibu saya. Sekitar 2 tahun yang lalu Ibu saya dibujuk untuk membeli slicer dengan gesek kartu kredit yang bisa dicicil.

Namun pada kenyataannya beliau harus membayar penuh tagihan tanpa cicilan sesuai dengan harga slice tersebut. Ketika mengajukan keluhan ke Smart callcenter, disebutkan bahwa marketing yang dimaksud sudah tidak bekerja.

Selasa 01 Mei 2012, Ibu saya di telepon kembali oleh marketing yang mengatakan bahwa beliau harus membayar iuran keanggotaan sebesar Rp. 1.500.000 karena dengan membeli slicer, beliau secara otomatis menjadi anggotanya.

Disebutkan pula bahwa Ibu saya sudah menandatangai sebuah surat persetujuan yang beliau sendiri merasa tidak pernah menandatangani surat tersebut. Dan saat beliau meminta surat tersebut untuk dijkirimkan, dikatakan tidak bisa.

Beliau diberi dua pilihan, yang pertama membayar dan yang kedua membuat surat pernyataan keluar keanggotaan dari Smart call center tetapi harus membeli produk untuk pijat kaki dengan angsuran 12x @Rp. 81.000.

Ternyata ada beberapa kasus yang sama menimpa pembeli lainnya, sehingga saya katakan kepada beliau untuk blokir kartu kredit dan membatalkan pembelian.

Ternyata beliau mendapatkan ancaman bahwa kalau tidak membayar maka akan didatangkan tim penagih atau debt collector.

Dan benar, Smart Call Center datang ke rumah saya dengan membawa pemijat kaki tersebut, dan kebetulan Ibu saya sedang ke Rumah Sakit sehingga tidak bertemu dengan beliau.

Tetapi beliau mendapat SMS yang mengatakan bahwa karena Ibu saya tidak mau mengambil pijat kaki maka mereka akan langsung mendebet ke kartu kredit Ibu saya sebesar Rp 1.500.000 (tanpa tanda tangan atau gesek kartu) sehingga keanggotaaan di perpanjang sampai 2 tahun berikutnya.

Saya berpikir kalau sampai hal ini benar terjadi alangkah hebatnya Smart call center bisa mendebit seenakannya semua kartu kredit anggotanya tanpa persetujuan dari customer dan yang bisa lebih mengejutkan jika pihak bank bisa menyetujui pendebitan yang dilakukan tanpa adanya tanda tangan resi.

Dewi
Pondok Bambu, Jakarta Timur
dewiaudasiani@yahoo.com
08129570886

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: