HATI-HATI dengan Sequislife. Menipu Nasabah

26 Jul

based on http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15522011

Kronologinya sebagai berikut.
Istri saya adalah salah satu nasabah sequislife yang didaftarkan oleh orang tua ketika belum menikah, asuransi yang diambil adalah asuransi kesehatan + investasi. Selama ini pembayaran dan segalanya berjalan lancar, bahkan bisa dibilang selama 5 tahun ikut serta jarang sekali istri saya claim dalam jumlah yang besar.
Namun pada bulan pebruari istri saya harus menjalani operasi yang membutuhkan biaya cukup besar, karena waktu itu tidak membawa kartu Sequislife, maka saya sebagai suami meminta jaminan dari tempat kerja saya yaitu Institusi pendidikan untuk menjamin kan biaya selama perawatan, karena tempat saya kerja yaitu Universitas Advent Indonesia (Bandung) dan tempat dirawat yaitu Rumah Sakit Advent merupakan satu organisasi jadi bisa diberikan jaminan, dan kemudian semua tagihan akan dikirim ke Universitas Advent Indonesia, yang kemudian akan ditagihkan kepada yang bersangktan, dan kebetulan juga istri saya masih tercatat mahasiswa di Universitas tersebut. Jadi urusan perawatan tidak ada masalah.
Kemudian setelah perawatan selesai kami berencana akan klaim biaya ke Sequslife, kemudian orang tua memberikan persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk klaim. Persyaratan itu semua kami penuhi yaitu:
1. Kwitansi Asli (Karena menurut polis tidak boleh double klaim)
2. Perincian Biaya Perawatan Asli
3. Surat Keterangan dokter
4. Surat Penganatar dari RS
Semua nya kami penuhi sebagai mana mestinya. Dan di web site Sequislife tercatat bahwa RS Advent merupakan partner
( http://www.sequislife.com/home.php?m…al&jl=2&cid=10 )
Stelah syarat administrasi dimasukan disini lah semua masalah terjadi Sequislife membuat kami sangat tidak nyaman dengan pelayanannya bahkan tidak mau membayar klaim dengan alas an yang menurut kami dibuat2 bahkan seakan-akan alasan tidak masuk akal. Bisa dikatakan intinya tidak mau membayar klaim, padahal semua persyaratan lengkap dan jelas.
Masalah berawal ketika klaim kami diproses oleh klaim officer yang bernama Eva Flora Rut Situmorang” <Eva.Situmorang@Sequislife.COM>. Ketika kami menanyakan bagaimana proses klaim kami, orang ini menjawab akan verifikasi ke Universitas Advent Indonesia tempat saya bekerja, karena Universitas Advent Indonesia sebagai penjamin.
Setelah kami menungu lebih kurang 1 minggu maka datanglah surat dari Sequislife yang menyatakan sebagai berikut saya ambil garis besarnya:
1. Tidak ada lagi kewajiban Sequislife untuk membayar biaya perawatan apapun karena sudah dibayarkan seluruhnya oleh penjamin yaitu Universitas Advent Indonesia (UNAI)
“ dari poin ini kami sangat kaget…loh kok gak mau dibayar karena sudah dijamin oleh UNAI, padahal jelas dikasi tau oleh pihak UNAI betul mereka hanya menjamin, kalau di tempat saya bekerja di UNAI istilah jamin menjamin itu sudah biasa dilakukan terutama saat pendaftaran, contohnya saya menjaminkan mahasiswa untuk mendaftar karena belum ada uang, maka saya membuat surat jaminan bahwa mahasiswa ini mendaftar dulu baru nanti dibayar pada saat ada uang. Artinya menjamin atau sebagai penjamin bukan berarti saya yang membayar uang kuliah tersebut, ini juga sama terhadap UNAI yang menjamin perawatan istri saya, nanti juga akan ditagihkan. Logikanya alangkah enaknya sakit dibayar gratis oleh pihak lain, apalagi istri saya bukan pegawai di Universitas tersebut. Dan juga didunia ini perusahaan apa yang mau membayar gratis orang apalagi bukan siapa2, pegawai aja dalam perusahaan ada batasan dalam tunjangan kesehatan. Dari keterangan ini saja sudah tidak masuk akal bahkan mengada2.
2. Intinya tidak boleh klaim 2 dari perusahaan atau asuransi. Istri saya tidak ikut asuransi lain, tidaka kerja diperusahaan, gimana mau double klaim, lagian kwitansi yang kami kasi adalah ASLI, bukan fotokopi dengan legalisir. Jadi kalau yang asli diambil berikan bagaimana kami mau double klaim. Sebagai catatan, UNAI sebagai penjamin juga tidak ada kerjasama apapun dengan Sequislife ini. Dan juga apakah Institusi Pendidikan bisa dikatakan asuransi. Ini mencari selah2 dipoint2 polis untuk lepas tanggung jawab.
surat ini ditandatangani oleh Klaim manajer yang bernama
Eko Sumurat Eko.Sumurat@Sequislife.com
Karena kami tidak puas, maka orangtua menghubungi bagian klaim si Eva ini untuk menyatakan keberatan, maka orangtua disuruh datang ke kantor Sequislife untuk membuat sura pernyataan yang seakan2 menjebak yaitu surat keterangan dari UNAI sebagai penjamin.
Setelah saya baca dan selidiki ternyata surat tersebut ditujukan untuk menguat kan istilah penjamin yang menurut Sequislife adalah pihak yang sudah membayarkan seluruh biaya perawatan
Surat keterangan tersebut tetap kami masukan sebagai permintaan dari CS dan si Eva ini. Setelah surat itu di masukkan meraka bilang akan verifikasi ulang dengan pihak UNAI.
Kemudian kami menerima lagi surat kedua yang tetap pada pendirian bahwa tidak mau membayarkan klaim karena sudah dibayarkan oleh UNAI dan berpendirian pada pasal dalam polis bahwa tidak boleh double klaim. Padahal kami sudah berikan kwitansi asli, jadi dimana double klaimnya. Dan yang lebih mengejutkan lagi pihak Sequislife memberikan pernyataan yang saya anggap adalah INFORMASI PALSU yaitu
Dijelaskan secara garis besarnya bahawa UNAI memberikan jaminan dan biaya perawatan 100% kepada pegawai UNAI, Suami, Istri , Anak. Padahal jelas2 istri saya bukan pegawai UNAI, Apakah SEQUISLIFE memberikan biaya berobat kepada pegawainya 100% free tanpa ada peraturan ini itu? Tolong dibantu jawab. Kalau memang gratis biaya kesehatan 100% di Sequislife, saya mau kerja disana biar jadi tukang sapu, kalau Sequislife bisa kasi 100% free kesehatan.
Untuk itu kami komplain lagi bahkan saya melaporkan surat kedua ini ke pimpinan perihal baiaya berobat 100% ditanggung oleh pihak UNAI. Bahkan dikalangan kampus saya bekerja sampai surat ini ditertawakan, seperti bukan orang yang bersekolah aja yang bikin surat balasan itu.
Komplain kami ditanggapi dengan mereka meminta surat dari UNAI yang menerangkan bahwa biaya berobat dijamin UNAI dan akan dibebankan yang bersangkutan. Surat itu kami minta dari UNAI dan kami juga saya memberikan surat keterangan dari Rektor perihal 100% pembayaran ditanggung UNAI itu tidak benar, yang benar berlaku untuk pegawai ketentuan mengenai biaya kesehatan. Dsini dijelaskan berlaku untuk pegawai biaya kesehatan.
Setelah itu mereka melakukan verifikasi ulang, yang menurut saya buat apa verfikasi lagi, padahal surat2 yang saya berikan semua adalah asli dan ditanda tangani oleh pimpinan dan pihak yang berurusan denga bagian keuangan. Dan lucunya piahk Sequislife melalui klaim officernya si EVA FLORA RUT SITUMORANG ini sampai berkali2 menghubungi pihak UNAI minta validasi surat yang dikirim apakah benar, dan pihak UNAI menjawab benar. Dan yang lebih lucu lagi, pihak Sequislife ini minta jurnal keuangan pihak UNAI sebagai bukti…alangkah padahal jurnal keuangan suatu perusahaan itu bersifat rahasia, saya aja yang pegawai tidak bisa mengakses informasi keuangan selain informasi keuangan saya sendiri, lah ini pihak luar yang tidak ada urusan apapun dan tidak ada kerjasama apapun berani2 minta jurnal keuangan perusahaan lain. Kayaknya Sequislife ini harus mendidik pegawai lebih baik lagi.
Akibat tindakan yang tidak menyenangkan dari pihak Sequislife ke UNAI dengan cara email dan menelpon berkali2 saya dipanggil pihak keuangan, dan menyatakan bahwa semua surat yang dikeluarkan untuk sequislife itu itulah yang sah, dan UNAI tidaka akan pernah mengeluarkan laopran keuangan apapun ke Sequislife, apakah surah yang ditanda tangani oleh Rektor dan bendahara tidak mereka anggap. Tertalu tolol orang memproses tersebut. UNAI pun marah kepada pihak Sequislife melalui telepon karena telah mengganggu, padahal banak surta keterangan yang dikeluarkan UNAI untuk asuransi seperti Prudential semua beres dan klaim cair. Pihak Sequislife ini menurut UNAI terlalu berlebihan dan tidak pintar dalam memproses klaim.
Akhirnya kami mendapatkan surat ketiga yang berbunyi intinya
1. Tidak mau membayarkan klaim karena UNAI tidak mau mengeluarkan laporan perincian keuangan
2. Tetap pada pendirian surat 1 dan 2 yang menurut saya mengada2 dan memberikan informasi palsu
Dari semua ini saya simpulkan
1. Sequislife adalah penipu ulung karena berbagai cara dilakukan untuk tidak membayarkan klaim (alasan 2 yang tidak masuk akal)
2. Apa urusan Sequislife sampai meminta2 laporan keuangan UNAI yang notabene gak ada kerjasama, padahal seharusnya urusannya ke Rumah Sakit
3. Bagian klaim adalah orang yang dungu, tidak bisa mengartikan kata Penjamin/jamin
4. Sequislife tidak ada etika dengan menelpon kantor orang berkali2 untuk menyanyakan hal yang sama menyebabkan teguran ke saya (perbuatan tidak menyenangkan)
5. Klaim officer memberikan keterangan-keterangan palsu
6. SEQUISLIFE TIDAK MAU BAYAR KLAIM NASABAHNYA
Semua bukti ada tersimpan baik dengan saya.
Jadi kepada semua pihak baerhati2 dan bijak memilih asuransi, terutama Asuransi yang saya tulis ini. Bisa stress anda urus klaim disini, apalagi kalau ditangani kalim officer yang saya sebut.

Hormat Saya

Raymond

One Response to “HATI-HATI dengan Sequislife. Menipu Nasabah”

  1. dewi April 29, 2013 at 5:24 am #

    mending coba posting/kirim surat pembaca ke kompas.com, pak, biar bisa lihat feed back dari sequislife. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: